oto

sejak kapan kau menjadi
pendusta yang biarkan satu demi satu cerita
berubah jadi citra yang tak bermakna
bila kau takut, berhenti
namun kau tak bisa pungkiri bahwa
kau tak bisa lari dari jerat duniawi

dusta
berapa kali lagi akan kau bukukan jadi satu cerita?

tentang apa yang kurasakan ketika menatapmu dari balik airmata

ketika katakata hanya menghimpun hampa
mereka buat sesak di dada
seakan kau sekali lagi tiada
ini kau, dirimu, tubuhmu
aku ingin meyakinkan diri bahwa
aku masih mendekap kau yang sama
namun aku tak kuasa
ketika katakata hanya menghimpun dera
maka biar airmata berbicara
meskipun bagimu siasia

ketika katakata 
rindu, cinta, rasa
kau balas dengan cela
maka, sayang, jangan tanya kenapa
aku mengunci katakata
kembali ke ruang duka
aku hanya tak ingin hati kita perlahan binasa

sayang, aku ingin mendekap
tapi sakit ini membekap
aku ingin katakan cinta
tapi kau yang tak mengerti
hanya akan memanggilku gila