kota mimpi

bila kau terbangun
dari semua yang kau rasa ilusi
lalu ke mana aku harus berlari?
aku
menunggu untuk mengerti
di sini, di kota mimpi

dinding kotaku adalah airmata
malamku adalah duka
segala yang teranyam dalamnya
adalah rasa
dan meski menyemat rasa menyengat luka
aku tetap ingin menyelimutimu di dalamnya

sayang,
serasa tak selalu serasi
bila seri digantikan nyeri
entah siapa yang tak akan kembali

lalu lagilagi aku bertanya
seandai luka adalah bunga
harus berapa banyak ia tercipta
untuk menggapai hatimu?

No comments:

Post a Comment